Skip to content

Telaah Pustaka : Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Akademik Berbasis Web

Author : Akhmad Wuryantoro

Link : http://iirc.ipb.ac.id/jspui/handle/123456789/12296

Dalam dunia akademis banyak permasalahan yang ditemukan dalam penyediaan informasi akademik seperti informasi para pengajar, siswa, kelas, mata pelajaran, jadwal pelajaran, berita acara pengajaran, kalender akademik, dan penyediaan informasi akademik lainnya yang ternyata dalam penyampaiannya masih dilakukan secara manual. Maka dari itu dengan adanya kemajuan teknologi informasi saat ini serta kemudahan dalam penyajiannya, diterapkanlah Sistem Informasi Manajemen Akademik untuk mengatasi permasalahan di atas.

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Sistem Informasi Manajemen Akademik Berbasis Web agar dapat memberikan lebih banyak informasi yang bersifat akademik secara lebih spesifik kepada pengguna, sehingga diharapkan dapat memperlancar kinerja dari seluruh kegiatan akademik.

Pada penelitian ini sistem dirancang dan dibangun menggunakan metode rekayasa web (web engineering). Model yang dibangun didasarkan pada wawancara dan observasi dengan pihak yang terkait (institusi pendidikan Sekolah Menengah Pertama Insan Kamil) untuk mengetahui permasalahan yang berkaitan dengan kegiatan akademik. Hasilnya disajikan dalam bentuk sistem dengan antarmuka berbasis web. Hasil yang diberikan diharapkan bisa memberikan gambaran tentang sebuah Sistem Informasi Manajemen Akademik terutama untuk pendidikan tingkat Sekolah Menengah Pertama.

Advertisements

Telaah Pustaka : Pengenalan Tanda Tangan Menggunakan Algoritme VFI5 Melalui Praproses Wavelet

Author : Fathoni Arief Musyaffa

Link : http://iirc.ipb.ac.id/jspui/handle/123456789/12694

Biometrik merupakan ilmu pengetahuan yang membangun identitas seseorang berdasarkan sifat-sifat fisik, kimiawi, ataupun kebiasaan seseorang. Tanda tangan merupakan salah satu objek biometrik yang mudah diperoleh, baik melalui kertas maupun peralatan elektronik seperti PC tablet, layar sentuh dan PDA.

Metode pengenalan tanda tangan dapat diklasifikasikan berdasarkan informasi masukan tanda tangan menjadi dua kategori, online dan offline. Metode pengenalan tanda tangan online merujuk pada penggunaan fungsi-fungsi waktu dalam proses penandatanganan secara dinamis (misalnya lintasan posisi atau penekanan). Metode pengenalan tanda tangan offline merujuk pada penggunaan gambar statis dari tanda tangan.

Penelitian ini menggunakan metode pengenalan tanda tangan secara offline. Pengenalan tanda tangan dilakukan dengan menggunakan algoritme klasifikasi VFI5. Pada percobaan dengan penambahan fitur yang tidak relevan, algoritme VFI5 memiliki akurasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan algoritme nearest neighbor.

Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kinerja penggabungan antar reduksi dimensi wavelet dengan algoritme klasifikasi VFI5 cukup baik untuk digunakan dalam pengenalan citra tanda tangan. Jika dibandingkan antara klasifikasi tanpa melalui reduksi dimensi menggunakan wavelet dengan klasifikasi melalui reduksi dimensi menggunakan wavelet untuk dekomposisi level 1, diperoleh rata-rata akurasi yang sama dengan pengurangan dimensi sebanyak 75% dari dimensi yang tanpa melalui reduksi dimensi. Akurasi bernilai di atas 90% jika dekomposisi wavelet yang digunakan berada pada level 1 dan 2. Selain itu, seiring meningkatnya level dekomposisi wavelet, fitur semakin berkurang dan akurasi yang diperoleh semakin rendah.

Telaah Pustaka : Pengenalan Pembicara dengan Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation

Author : Baskoro Aktianto

Link: http://iirc.ipb.ac.id/jspui/handle/123456789/2266

Identitas memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Proses identifikasi dan vrifikasi banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dalam penggunaan ATM atau otorisasi seseorang untuk memasuki wilayah tertentu. Beberapa cara untuk melakukan identifikasi dan verifikasi secara biometrik adalah melalui suara, wajah, sidik jari, tanda tangan, retina, dan lain lain. Proses identifikasi atau verifikasi dengan suara memiliki keunggulan dibandingkan dengan karakteristik yang lain karena hanya membutuhkan alat tambahan berupa mikrofon dan kartu suara.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan suatu sistem yang dapat mengenali seseorang melalui kata-kata yang diucapkan oleh orang tersebut menggunakan teknik-teknik proses sinyal digital (frame blocking dan frame windowing), analisis cepstral untuk feature extraction, analisis komponen utama untuk feature selection dan JST backpropagation untuk pencocokan pola.

Setelah dilakukan penelitian, ternyata JST backpropagation dapat melakukan pembelajaran dan pengenalan terhadap suatu pola dengan tingkat generalisasi yang cukup tinggi. Identifikasi dengan generalisasi tertinggi 92,3077% dan sistem verifikasi menghasilkan nilai equal error rate sebesar 6,567%.

Sistem pengenalan pembicara ini dapat digunakan untuk melakukan identifikasi atau verifikasi seseorang melalui kata-kata yang diucapkan oleh orang tersebut. Pada identifikasi sistem memberikan output berupa identitas pengguna sistem, sedangkan pada verifikasi sistem memberikan pernyataan bahwa verifikasi diterima atau ditolak. Sistem pengenalan pembicara antara lain bermanfaat untuk melakukan identifikasi, sebagai semacam password atau sebagai aplikasi absensi.

Telaah Pustaka : Penyempurnaaan dan implementasi sistem pengambilan keputusan kelompok berbasis web

Author : Jeniva Nilna

Link : http://iirc.ipb.ac.id/jspui/handle/123456789/2171

Sistem Pengambilan Keputusan Kelompok (SPKK) berbasis web adalah salah satu aplikasi yang dibangun untuk membantu proses pengambilan keputusan suatu kelompok pengambil keputusan (PK) dalam berdiskusi. Metode yang dipakai dalam sistem ini adalah metode fuzzy Delphi, metode label linguistik, dan metode proses hirarki analitik (PHA).

Sistem ini membantu para pengambil keputusan dalam segi efisiensi waktu karena dapat berdiskusi tanpa harus bertatap muka langsung. Sistem ini memiliki mekanisme pengambilan keputusan kelompok dengan penilaian individu dan penilaian berpasangan. Penilaian individu dengan menggunakan fuzzy Delphi dan Smart, sedangkan penilaian berpasangan menggunakan metode label linguistik dan metode proses hirarki analitik (PHA).

PHA dan smart merupakan metode agregasi preferensi kelompok, dimana preferensi diberikan dalam bentuk numeric. Perbedaannya preferensi yang diberikan pada metode PHA berupa perbandingan pasangan sedangkan metode Smart menggunakan penilaian langsung. Metode fuzzy Delphi dan Label Linguistik merupakan metode yang memberikan preferensi terhadap criteria dan alternatif dalam bentuk label lingustik. Metode label linguistik menggunakan operator neat Ordered Weighted Average (neat OWA) dan metode proses perhitungannya menggunakan perhitungan Triangular Fuzzy Number (TFN).

Secara umum sistem ini digunakan oleh dua kategori pengguna, yaitu kelompok pengambil keputusan dan administrator. Administrator yang memandu jalannya diskusi diharuskan untuk mengerti perintah-perintah yang didefinisikan oleh sistem. Pengambil keputusan yang berdiskusi untuk memcahkan suatu masalah juga diharuskan untuk mengerti masalah apa yang digunakan, metode apa yang digunakan, model penilaian serta tata cara berdiskusi pada saat pengambilan keputusan dilaksanakan.

Telaah Pustaka : Pembangunan Sistem Informasi Tingkat Keanekaragaman Tumbuhan Vegetasi (Studi Kasus di Tanaman Nasional Way Kambas)

Author : Dhyana Nur

Link : http://iirc.ipb.ac.id/jspui/handle/123456789/2363

Perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat membuat suatu informasi semakin mudah didapat dan cepat beredar. Ini sangat menguntungkan bagi seseorang, organisasi atau perusahaan yang ingin mempublikasikan suatu informasi. Tidak terkecuali yang terjadi pada Taman Nasional Way Kambas yang mengubah pengolah data dan penyajian informasinya yang manual menjadi suatu sistem pengelolaan, pengolah, dan penyajian data yang lebih modern. Sistem ini dinamakan Sistem Informasi Tingkat Keanekaragaman Tumbuhan Vegetasi yang mengolah data menjadi suatu informasi.

Data-data yang terkait dalam sistem ini adalah data yang berhubungan dengan pengelolaan hutan, yakni perhitungan beberapa parameter kuantitatif vegetasi dan tingkat keanekaragam jenis tumbuhan vegetasi. Data ini lalu diolah menjadi suatu sistem informasi dengan metode Siklus Hidup Sistem (System Life Cycle/SLC) dengan menggunakan indeks Shanoon untuk mengetahui tingkat keanekaragaman jenis tumbuhan pada suatu lokasi/habitat tertentu. Data mentah seperti nilai parameter kuantitatif, yaitu kerapatan, kerapatan relatif, frekuensi, frekuensi relatif, dominasi, dominasi relatif, indeks nilai penting dan indeks tingkat keanekaragaman diambil dengan menggunakan teknik sampling yang berasal dari Taman Nasional Way Kambas.

Sistem ini memiliki inputan berupa lokasi tumbuhan (tipe vegetasi dan tingkat pertumbuhan), waktu dilakukannya survey (tahun dan musim), banyak peta contoh, nama local tumbuhan, diameter tumbuhan dan nomor petak ditemukannya suatu tumbuhan. Outpunya sendiri menghasilkan nilai berupa parameter kuantitatif vegetasi, yaitu nilai kerapatan, kerapatan relatif, dominasi, dominasi relatif, frekuensi, frekuensi relatif, indeks nilai penting (INP) dan tingkat keanekaragaman. Input dan Output inipun akan tersimpan dengan baik dalam basis data dan output dapan langsung dicetak.

Sistem ini memiliki tiga fungsi utama, yaitu : fungsi input data, fungsi lihat data hasil pengelolaan(output), dan fungsi cari data pada peta. Program aplikasi ini siap pakai dan berjalan dengan baik karena telah melewati pengujian yang dilakukan dengan metode Black Box sehingga dapat langsung digunakan untuk pihak-pihak yang yang terkait dalam pengelolaan hutan.